Senin, 18 Oktober 2010

Spektroskopi UV dan Spektrum Tampak

Spektrum serapan kandungan tumbuhan dapat diukur •dalam larutan vane sangat encer dengan pcmbanding blanko pelarut serta meng­gunakan spektrofotometer yang merekam otomatis. Senyawa tan-warna diukur pada jangka 200 sampai 400 nanometer (nm), senyawa berwarna pada jangka 200 sampai 700 nm. Panjang gelombang serap­an maksimum dan minimum pada spektrum serapan yang diperoleh direkam (dalam nm), demikianjuga kekuatan absorbansi (keterserap-an) (atau kerapatan optik) pada maksima dan minima yang khas (Gambar 1.4). Bahan yang diperlukan hanya sesepora saja karena sel spektrofotometri baku (1x1 cm) hanya dapat diisi 3 ml larutan. Dengan menggunakan scl khusus hanya diperlukan sepersepuluh volume tersebut. Pengukuran spektrum yang demikian itu penting pada identifikasi kandungan tumbuhan, yaitu untuk memantau eluat dari kolom kromatografi sewaktu pemurnian dan untuk mendeteksi golongan senyawa tertentu, misalnya poliasetilena, pada waktu penjaringan ekstrak kasar tumbuhan.
Pelarut yang banyak digunakan untuk Spektroskopi UV ialah etanol 95% karena kebanyakan golongan senyawa larut dalam pelarut ter­sebut. Alkohol mutlak niaga harus dihindari karena mengandung benzena yang menyerap di daerah UV pendek. Pelarut lain yang sering digunakan ialah air, metanol, heksana, eter minyak bumi, dan eter. Pelarut seperti kloroform dan piridina umumnya harus dihindari karena menyerap kuat di daerah 200—260 nm; tetapi sangat cocok untuk mengukur spektrum pigmen tumbuhan, seperti karotenoid, di daerah spektrum tampak.
Bila zat diisolasi sebagai senyawa berbentuk kristal dan bobot molekulnya diketahui atau dapat ditentukan, maka intensitas serapan pada panjang gelombang maksima (X rnaks ) dinyatakan sebagai log e, dengan e = A/C1 (A = absorbansi, C = konsentrasi dalam g mol/1, 1 = panjang alur sel dalam cm, biasanya 1). Untuk senyawa yang baik konsentrasi maupun bobot molekulnya tidak diketahui, kita harus tnenggunakan bilangan absorbansi. Dalam hal demikian, tinggi ber­bagai maksima dapat dibandingkan dengan memperhatikan absor­bansi sebagai persentase puncak yang paling kuat intensitasnya.
Pemurnian merupakan suatu keharusan sebelum kita melakukan telaah spektrum, dan kandungan tumbuhan yang menunjukkan ciri ^rapan yang khas harus diulangi pemurniannya sampai ciri tersebut tidak berubah lagi. Pada pemurnian dengan cara kromatografi kertas,
Sumber :
J.B. Harborne. 2006. Metode Fitokimia.Bandung (terbitan kedua): ITB

0 komentar:

Poskan Komentar