Jumat, 23 April 2010

organik


1.2 pengertian kimia organic
Kata organic merupakan istilah yang di gunakan pada awal perkembangan ilmu kimia (abad ke-18) yang di tandai oleh pengelompokan senyawa-senyawa kimia menjadi dua golongan besar, yaitu senyawa organic dan senyawa anorganik. Senyawa-senyawa yang berasal dari tummbuhan atau hewan dikelompokan dalam senyawa organic (kata organic berkaitan dengan kata organnisme, yang artinnya makhluk hidup), sedangkan yang di hasilkan oleh mineral (bukan makhluk hidup) termasuk dalam senyawa organic.
Seorang ilmuan swedia bernama Berzelius (tahun 1815) dinyatakan bahwa pembentukan senyawa organic mengikuti hukum-hukum kimia yang berbeda dengan yang berlaku dalam pembentukan senyawa annorganik. Hal inilah yang melahirkan annggapan bahwa senyawa organic hanya dapat terjadi bila ada pengaruh dari daya yang dimiliki oleh makhluk hidup (vital force atau vis vitalis). Dengan dasar anggapan seperti itu maka timbul pandangan bahwa senyawa organic tidak dapat di buat melalui eksperimen melalui eksperimen.


Pada tahun 1828 seorang ilmuan bangsa jerman bernama Friedrich Wholer berhasil membuat ammonium sianat menjadi urea di laboratorium. Berdasarkan pengelompokan yang beralaku, ammonium sianat termasuk senyawa anorganik sedangkan urea termasuk senyawa oorganik ( karena terdapat hasil metabolisme tubuh hewan). Dengan demikian hasil eksperimen Wholer tersebut memberikan bukti bahwa senyawa organic dapat di hasilkan di laboratorium tanpa pengaruh daya yang di miliki makhluk hidup.

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kimia organic pada hakikatnya adalah cabang dari ilmu kimia yang khusus mempelajari senyawa-senyawa karbon.Adanya kenyataan bahwa semua senyawa organic mengandung unsure karbon melahirkan pendapat bahwa seyogianya istilah kimia organic diganti menjadi kimia senyawa karbon.

1.3 sumber senyawa organic

Dewasa ini meskipun masih banyak senyawa organic yang di peroleh dari tumbuhan dan hewan, namun yang didapatkan melalui jalur sintesis sangat besar jumlahnya. Kadang-kadang dalam sintesis tersebut menggunakan bahan dasar anorganik, misalnya yang berupa senyawa sianida dan karbonat.

Dus macam hasil alam yang dapat digunakan untuk memperoleh senyawa organic yang susunanya sederhana, adalah minnyak bumi dan batubara. Senyawa-senyawa organic yang dapat diperoleh dari kedua hasil alam tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai pembangunan sebagai bahan pembangunan untuk membuat senyawa organic yang lebih besar dan strukturnya lebih rumit.

1.4 sifat-sifat umum senyawa organic

1) Pada umunya senyawa organic mengandung unsur-unsur C, H, O, N, dan halogen,belerang dan fosfor.

2) Senyawa organic mudah terbakar dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil-hasil lain, tergantung pada unsure-unsur penyusunnya.

3) Pengaruh panas terhadap senyawa organic dapat mengakibatkan perubahan tertentu, dan mungkin pula terjadi dekomposisi.

4) Pada umumnaya titik leleh senyawa organic lebih rendah dariada senyawa organic.

5) Reaksi-reaksi pada senyawa organic berlangsung lebih lambat daripada senyawa anorganik dan sering kali disertai hasil sampingan.

1.5 Perkembangan Kimia Organik

Seiring dengan perkembangan zaman diperoleh pula sejumlah temuan yang mempunyai sumbangan penting agi perkembangan ki,ia organnik selanjutnya. Temuan yang dimaksud adalah:

a) Metode analisis kualitatif yang dirintis oleh lavoisier, dan analisis kuantitatif untuk senyawa organik yang dikembangkan oleh Liebig,Berzelius, dan Dumas dalam kurun waktu 1811-1831.

b) Dikembangkanya teori struktur yang melewati tiga tahap, yaitu:

Tahap-1: teori struktur Kekule, yang berlandaskan pada teori atom dalton dan teori valensi Frankland. Kekule menggambarkan atom-atom dengan menggunakan lambang huruf beserta garis valensi. Garis valensi menggambarkan daya ikat suatu atom. Atom H mempunyai satu garis valensi yang berarti dapat berikatan dengan satu atom lain, atom O mempunyai dua garis valensi dapat berkaitan dengan dua atom lain.

Contoh:

Hidrogen H-

Oksigen -O-

Karbon -C-

Nitrogen -N-

Klor Cl-

Selanjutnya bila garis valensi dan atom-atom digabumg satu dengan yang lain diperoleh suatu model molekul.

Contoh:

Senyawa Model Molekul

H2 H-H

H2O H-O-H

CH4 H

H-C-H

H

NH3 H-N-H

H

HCl H-Cl

Tahap-2: teori struktur lewis, yang berlandaskan teori atom Rutherford-Bohr.

Dalam teori struktur Lewis lambing huruf digunakan menggambarkan inti atom dan elektron-elektron yang berada dikulit dalam. Selanjutnya elektron-elektron di kulit terluar ( elektron valensi) digambarkan dengan titik.

Contoh:

Atom C dilambangkan dengan C

Atom N di lambangkan dengan N

Menurut lewis terbentuknya ikatan disebabkan oleh adanya elektron berpasangan..

Conjtoh:

Pembentukan ikatan antara atom-atom H dalam molekul H2 dinyatakan dalam persamaan:

H + H H : H

Dalam teori struktur lewis telah dikenal adanya pasangan elektron bebas (lone pair electron).

Contoh:

Pasangan elektron bebas

H-N-H

H

Tahap-3: teori struktur Linus Pauling, yang berlandaskan mekanika kuantum.

Pada dasarnya teori struktur Linus Pauling menyatakan bahwa ikatan antara atom-atom terjadi karena adanya tumpang tindih orbital-orbital atom.

Contoh:

Molekul metsnns digambarkan sebagai berikut:

Molekul etana digambarkan sebagai berikut:



Notasi singkat:

H (P-P H

C C

H (sp2-sp2 H

3) Dikembangkan rumus-rumus struktur yang ditemukan oleh Kekule, Couper, dan batlerov, menjadi model tiga dimensi oleh van’t Holf dsn Le Bel. Dalam model tiga dimensi ini diperlihatka bahwa keempat ikatan atom karbon, misalnya dalam molekul metana (CH4), tersusun sedemikian rupa sehimgga mengarah pada suddut-sudut suatu bidang -4 beraturan (tetrahedron), dengan atom C dalam molekul CH4 tersebut sebagao pusat molekulnya. Perhatikanlah gambar bereikut ini:

Oval: H


Gambar. Struktur tiga dimensi CH4

4) Kehadiran teknik-teknik instrumental yang canggih dalam upaya penetapaan strukur berbagai senyawa organik, baik lyang diperoleh dari alam maupun senyawa baru yang dibuat di laboratorium, seperti metode spektroskopi dan kristalografi sinar-X, juga merupakan saranaa yang besar sekali sumbanganya dalam mencapai tahap perkembangan kimia organik sebagai yang kita amati pada masa sekarang ini.

Soal BAB I

1.Buatlah uraian singkat yang menunjukan bukti tentang peranan penting senyawa organik dalam kehidupan manusia sehari-hari.

2.bagaimanakah dasar klasifikasi senyawa pada awal perkembangan ilmu kimia?

3.apakah yang dimaksud dengan pandangan “vis talis” dalam kimia organik?

4.apakah sebabnya sintesis urea oleh Wohler mempunyai dampak yang menggoyakan pandangan “vis talis”?

5.dampak positif apakah yang diperoleh dari keberhasilan Wohler dalam sitesis urea, bagi perkembangan kimia organik?

6.sebutlah dua buah alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian senyawa organik dari senyawa anorganik.

7. bagaimanakah batasan kimia organik dan senyawa organik pada masa sekarang?

8. dengan menggunakan acuan sumber informasi yang layak, sebutlah senyawa-senyawa organik yang dapat diperoleh dari minyak bumi dan batubara.

9. buatlah tabelyang memperlihatkan sifat-sifat unsur senyawa organik ditinjau dari: sifat-sifat fisika, reaksi, dan klasifikasinya.

10. sebutlah hal-hal penting yang menunjang kimia organik.

Jawaban

  1. Senyawa organik yang merupakan suatu golongan besar dikaji secara khusus dalam kimia organik. Banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya ada yang berwujud bahan makanan, bahan sandang, obat-obatan, kosmetik dan berbagai jenis plastik.
  2. Dasar klasifikasi senyawa pada perkembangan ilmu kimia ditandai oleh adanya pengelompokan senyawa-senyawa kimia menjadi dua golongan besar yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Dasar yang digunakan pada pengelompokan tersebut adalah asal usul atau sumber penghasil senyawanya. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik.
  3. Pandangan “vis vitalis” dalam kimia organik yaitu yang mempercayai bahwa senyawa organnik tidak mungkin terbentuk tanpa pengaruh dan daya yang dimiliki oleh makhluk hidup. Namun seiring dengan itu diperoleh pula sejumlah temuan yang mempunyai sumbangan penting bagi perkembangan kimia organik selanjutnya.
  4. Sitesis urea oleh Wohler mempunyai dampak yang menggoyakan pandangan “vis vitalis” karena Wohler berhasil membuat amonium sianat menjadi urea dilaboratorium berdasarkan pengelompokkan yang berlaku, amonium sianat termasuk senyawa organik. Sedangkan urea termasuk senyawa organik dapat dihasilkan dilaboratorium tanpa pengaruh daya yang dimiliki oleh makhluk hidup.
  5. Dampak positif yang diperoleh dari keberhasilan Wohler dalam sintesis urea bagi kimia organik dapat dihasilkan dilaboratorium tanpa pengaruh yang dimiliki oleh makhluk hidup.
  6. Dua alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian senyawa organik dan senyawa anorganik, yaitu:
    1. Jumlah senyawa organik jauh lebih besar daripada senyawa organik.
    2. Semua senyawa organik mengandung unsur karbon, suatu unsur yang mempunyai keunikan yaitu dalamkemampuaanya membentuk rantai dengan sesama atom karbon baik yang terbuka maupun tertutup disertai dengan sifat yang khas
  7. Dengan menacu pada kenyataan bahwa senyawa organik mengandung unsur karbon, maupun demikian sampai sekarang masih dipertahankan.
  8. Senyawa organik yang diperoleh dari minyak dan batubara:

- CO2 - CO - C2H5OH

- H2O - HCN - CH3OH

Sifat-Sifat unsure senyawa organik

Sifat fisika

Reaksi

Klasifikasi

v Pada umunya mengandung unsure-unsur C, H, O, N, halogen, dan fosfor.

v Senyawa organic cair ada yang mobil dan kental, tidak berwarna, dan ada pula yang kentaldan tidak mudah menguap

v Mudah terbakar dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil-hasil lain

v Sebagian besar tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik.

v Reaksinya berlangsung lebih lambat daripada senyawa anorganik dan seringkali disertai hasil sampingan

v Berdasarkan rantai atom karbonnya

v Berdasarkan unsur-unsur penyusunnya

v Berdasarkan gugus fungsional

10. Hal penting yag menunjang perkembangan kimia organik

- metode analisis kuallitatif dann kuanntitatif

- teori struktur yang melalui beberapa tahap perkembangan

- pengembangan rumus struktur menjadi model tiga dimensi


0 komentar:

Poskan Komentar