Jumat, 28 Mei 2010

Arti Belajar

Memahami Arti Belajar
A. Pengertian Belajar
Anda, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah "belajar". Kata mi, secara efektif sudah Anda kenali sejak Anda bersekolah di Kelompok Bermain maupun Taman Kanak-Kanak (TK). Tahukah Anda apa definisi belajar? Untuk memudahkan memahami konsep belajar simaklah ilustrasi berikut:
"Si Fulan sebelum masuk sekolah TK tingkat A, belum bisa membaca. Di TK, ia bersama teman-temanya dikenal-kan berbagai abjad oleh Ibu Rina, sang Guru. Dengan meng-gunakan alat peraga bu Rina menunjukkan kepada siswa-siswanya huruf A s.d Z. Sambil menunjuk huruf-huruf itu, bu Rina minta kepada siswa-siswanya menirukan apa yang dikatakannya. Bu Rina melafalkan huruf "A", serentak siswa-siswa mengucapkan "A". Seiring dengan waktu, di akhir tahun ajar an si Fulan beserta temannya di TK tingkat A dapat menulis dan membaca".

Fenomena apa yang dapat Anda identifikasi dari ilus­trasi itu? Benarkah fenomena tersebut merupakan fenomena "belajar"? Jika benar, apa ciri-ciri belajar? Tahukah Anda apa belajar itu?
Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut:
a.Gagne
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari , proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.
b.Travers
Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.
c.Cronbach
Learning is shown by a change in behavior as a result of experience. (Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman).
d.Harold Spears
Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction. (Dengan kata lain, bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu).
e.Geoch
Learning is change in performance as a result of practice. (Belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan
f.Morgan
Learning is any relatively permanent change in behavior that is a result of past experience. (Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman).
Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Namun, realitas yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat tidaklah demikian. Belajar dianggapnya properti sekolah. Kegiatan belajar selalu dikaitkan dengan tugas-tugas sekolah. Sebagian besar masyarakat menganggap belajar di sekolah adalah usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan. Anggapan tersebut tidak seluruhnya salah, sebab seperti dikatakan Reber, belajar adalah the process of acquiring knowl­edge. Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan.
Belajar sebagai konsep mendapatkan pengetahuan dalam praktiknya banyak dianut. Guru bertindak sebagai pengajar yang berusaha memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya dan peserta didik giat mengumpulkan atau menerimanya. Proses belajar mengajar ini banyak didominasi aktivitas menghafal. Peserta didik sudah belajar jika mereka sudah hafal dengan hal-hal yang telah dipelajarinya. Sudah barang tentu pengertian belajar seperti ini secara esensial belum memadai. Perlu Anda pahami/ perolehan pengetahuan maupun upaya penambahan pengetahuan hanyalah salah satu bagian kecil dari kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.

0 komentar:

Posting Komentar