Jumat, 07 Mei 2010

“ Reaksi-Reaksi Aldehida Dan Keton ( Reaksi Ruduksi Fehling) “

A. Judul
“ Reaksi-Reaksi Aldehida Dan Keton ( Reaksi Ruduksi Fehling) “

B. Tujuan
Menguji adanya gugus aldehida dengan pereaksi fehling.
Melalui percobaan ini, diharapkan mahasiswa memahami perbedaan sifat antara aldehida dan keton terhadap pereaksi-pereaksi tertentu.

C. Dasar Teori
Salah satu gugus fungsi yang kita yaitu aldehid. Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen. Nama IUPEC dari aldehida diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran “ana“ dengan “al“. Nama umumnya didasarkan nama asam karboksilat ditambahkan dengan akhiran dehida (Petrucci, 1987).
Aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom C sama pada nama alkana yang mempunyai jumlah atom sama. Pembuatan aldehida adalah sebagai berikut: oksidasi alkohol primer, reduksi klorida asam, dari glikol, hidroformilasi alkana, reaksi Stephens dan untuk pembuatan aldehida aromatik (Fessenden, 1997).

Salah satu reaksi untuk pembuatan aldehid adalah oksidasi dari alkohol primer. Kebanyakan oksidator tak dapat dipakai karena akan mengoksidasi aldehidnya menjadi asam karboksilat. Oksidasi khrompiridin komplek seperti piridinium khlor kromat adalah oksidator yang dapat merubah alkohol primer menjadi aldehid tanpa merubahnya menjadi asam karboksilat (Petrucci, 1987).
Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil, dua gugus alkil, atau sebuah alkil. Keton juga dapat dikatakan senyawa organik yang karbon karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lainnya. Keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil (Wilbraham, 1992).
Pembuatan keton ynag paling umum adalah oksidasi dari alkohol sekunder. Hampir semua oksidator dapat dipakai. Pereaksi yang khas antara lain khromium oksida (CrO3), phiridinium khlor kromat, natrium bikhromat (Na2Cr2O7) dan kalium permanganat (KMnO4) (Respati, 1986).
Reaksi-reaksi pada aldehida dan keton adalah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Reaksi oksidasi untuk membedakan aldehida dan keton. Aldehid mudah sekali dioksidasi, sedangkan keton tahan terhadap oksidator. Aldehida dapat dioksidasi dengan oksidator yang sangat lemah. Sedangkan reaksi reduksi terbagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi menjadi alkohol, reduksi menjadi hidrokarbon dan reduksi pinakol (Wilbraham, 1992).
Sifat-sifat fisik aldehid dan keton, karena aldehid dan keton tidak mengandung hidrogen yang terikat pada oksigen, maka tidak dapat terjadi ikatan hidrogen seperti pada alkohol. Sebaliknya aldehid dan keton adalah polar dan dapat membentuk gaya tarik menarik elektrostatik yang relatif kuat antara molekulnya, bagian positif dari sebuah molekul akan tertarik pada bagian negatif dari yang lain (Fessenden, 1997).
Senyawa aldehida dan keton yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan ganda dua (gugus karbonil). Aldehida adalah senyawa organic yang karbon – karbonilnya (karbon yang terikat pada oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu hydrogen.
Keton adalah senyawa organic yang karbon – karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lain.
Aldehida dan keton sangat reaktif, tetapi biasanya aldehida lebih reaktif dibanding keton.
Reaksi yang menyebabkan penjenuhan pada ikatan rangkap disebut reaksi adisi (reaksi penjenuhan). Pada reaksi adisi, satu ikatan rangkap menjadi terbuka. Sementara itu pereaksi yang mengadisi terputus menjadi dua gugus yang kemudian terikat pada ikatan rangkap yang terbuka tersebut. Apabila pereaksi yang mengadisi bersifat polar gugus yang lebih positif terikat pada oksigen, sedangkan gugus yang lebih negatif terikat pada karbon.
Titik pusat reaktivitas dalam aldehida dan keton ialah ikatan pi dari gugus karbonilnya. Seperti alkena, aldehid dan keton mengalami adisi reagensia kepada ikatan pi-nya.
Reaktivitas relatif aldehida dan keton dalam reaksi adisi sebagian dapat disebabkan oleh banyaknya muatan positif pada karbon karbonilnya, makin besar muatan itu akan makin reaktif. Bila muatan positif parsial ini tersebar ke seluruh ,olekul, maka senyawaan karbonil itu kurang reaktif dan lebih stabil. Gugus karbonil distabilkan oleh gugus alkil di dekatnya yang bersifat melepaskan elektron. Suaru keton dengan gugus R lebih stabil dibandingkan suatu aldehida yang hanya memiliki satu gugus R.

D. Alat Dan Bahan
Alat
Gelas Ukur
Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala.

Pipet Pasteur (Pipet Tetes)
Digunakan untuk mengambil bahan berbentuk larutan dalam jumlah yang kecil.

Tabung Reaksi
Terbuat dari gelas. Dapat dipanaskan. Digunakan untuk mereaksikan zat zat kimia
dalam jumlah sedikit.

Bahan
Asetaldehida,
Atau menurut nama sistematisnya etanal, adalah sebuah senyawa organik dari kelompok aldehida, dengan rumus kimia CH3CHO atau RCHO. Senyawa ini merupakan cairan mudah terbakar dengan bau buah-buahan. Asetaldehida terdapat dalam buah-buahan dan kopi yang sudah matang, dan roti segar. Senyawa ini dihasilkan oleh tumbuhan dalam metabolisme normalnya. Asetaldehida juga merupakan zat antara dalam produksi asam asetat, beberapa ester, dan zat-zat kimia lainnya. Berikut ini merupakan rumus struktur dari asetaldehida.
CH3CHO atau RCHO
Aseton,
Juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik, serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.
Pembuatan aseton dan reaksinya
Aseton utamanya diproduksi pada proses kumena. Dahulu, aseton diproduksi dari distilasi kering senyawa asetat, misalnya kalsium asetat. Selama perang dunia I, sebuah proses produksi aseton dari fermentasi bakteri dikembangkan oleh Chaim Weizmann dalam rangka membantu Britania dalam usaha peperangan. Proses ini kemudian ditinggalkan oleh karena rendemen aseton butanol yang rendah dibandingkan dengan sampah organiknya. Adapun rumus struktur dari aseton sebagai berikut
atau



Larutan Fehling
Fehling digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan glukosa dalam suatu larutan.
Pembuatan Fehling dan reaksinya
Fehling B dibuat dari 25 gram NaOH dan 34,6 gram K-Na tartrat yang dilarutkan dalam air sampai dengan volumenya menjadi 100 cm3.
Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian, yaitu Fehling A dan Fehling B. fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. Reaksi Aldehida dengan pereaksi Fehling adalah sebagai berikut

Air
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Reaksi pembuatan air adalah sebagai berikut

2 H2 + O2 2 H2O







E. Prosedur Kerja

Reaksi Reduksi Fehling



Di masukkan dalam tabung reaksi.
Ditambahkan 2-3 tets asetaldehida.
Dididihkan.
Diulangi percobaan dengan menggunakan aseton.





F. Hasil Pengamatan

Perlakuan
Pengamatan
4 ml larutan Fehling + 2-3 tetes asetaldehida
Dipanaskan


4 ml larutan Fehling + 2-3 tetes aseton
Dipanaskan

Tidak terjadi perubahan apapun,warnanya bening
Hanya terjadi gelembung-gelembung gas dan warnanya tetap bening
Larutan berubah warna menjadi putih
Bagian bawah terjadi endapan yang berwarna putih dan larutan bagian atas menjadi bening


H. Pembahasan
Salah satu gugus fungsi yang kita yaitu aldehid. Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen. Nama IUPEC dari aldehida diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran “ana“ dengan “al“. Nama umumnya didasarkan nama asam karboksilat ditambahkan dengan akhiran dehida (Petrucci, 1987).
Pada Percobaan “ Reaksi Reduksi Fehling “ ini yang pertama dilakukan yaitu dengan memasukan 4 ml larutan fehling ke dalam tabung reaksi dan menambahkan 3 tetes asetaldehida. Perubahan yang dihasilkan tidak ada, ketika dipanaskan di atas penangas air, hanya terjadi gelembung-gelembung gas.
Ketika percobaan dilakukan dengan mengganti asetaldehida dengan aseton, dimana 4 ml larutan fehling yang dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes aseton, perubahan yang terjadi yaitu larutan berubah menjadi warna putih dan ketika dipanaskan, terjadi endapan putih dan larutan kembali menjadi bening. Ini membuktikan bahwa larutan aseton dapat bereaksi dengan pereaksi fehling yang terbukti dengan terbentuknya endapan warna putih. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :


I. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Aldehida adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-CHO. Reaksi yang terjadi pada aldehida yaitu :
Reaksi aldehida dengan pereaksi Tollens dapat ditulis sebagai berikut


Asetaldehida tidak bereaksi dengan pereaksi fehling karena tidak ada perubahan yang dihasilkan baik pada saat pencampuran maupun pada saat dipanaskan.
Aseton dapat bereaksi dengan pereaksi fehling yang terbukti dengan terbentuknya endapan warna putih.


DAFTAR PUSTAKA

Team teaching prak. Kimia Organik.2008. Modul Praktikum Organik. Gorontalo : UNG.
file:///J:/ALDEHID DAN KETON « Annisanfushie’s Weblog.htm
file:///J:/ALDEHID%20DAN%20KETON%20%C2%AB%20nenk%20poenya.htm
file:///J:/Asetaldehida.htm
file:///J:/Aseton.htm
file:///J:/Air.htm
file:///J:/membuat-larutan-fehling-b.htm

0 komentar:

Poskan Komentar