Jumat, 07 Mei 2010

PERBWDAAN SENYAWA ORGANIK dan SENYAWA ANORAGNIK

PERBEDAAN SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK
(UJI BEILSTEIN)

A. JUDUL : PERBWDAAN SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORAGNIK
B. TUJUAN : Melalui percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami perbedaan sifat antara senyawa organic dan senyawa norganik

C. DASAR TEORI

Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang-tindih, khususnya dalam subbidang kimia organologam
Senyawa organic mempunyai struktur yang berbeda dengan senyawa organic,perbedaan tersebut tidak hanya pada sifat fisiknya,tetapi uga menyangkut reaksi-reaksinya,bahkan jumlah dan cara klasifikasinya.hal-hal inilahyang merupakan alasan kuat untuk memisahkan bidang kajian senyawa organic dansenyawa anorganik
http///chem..-is-try.co.id
Unsur-unsur yang terkandung dalam senyawa organic berbeda dengan unsure-unsur yang terkandung dalam senyawa anorganik,meskipun kedua golongan tersebut mempunyai persamaan dalam beberapa sifat yang luas yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu senyawa termasuka dalam senyawa organic ataupun snyawa anorganik.

Pada awal pekembangan ilmu kimia sebagai suatu ilmu pengetahuan,berlaku klasifikasi senyawa kedalam seyawa organic dan senyawa anorganik berdasarkan asal usul senyawa.semua senyawa yang berasal dari mahluk hidup digolongkan kedalam senyawa organic,sedangkan senyawa yang berasal dari mineral digolongkan kedalam senyawa anorganik.pada waktu itu diyakini bahwa senyawa organic hanya dapat terjadi oleh adanya pengaruh dari daya yang dimiliki mahluk hidup.
Namun dengan adanya keberhasilan Friederich Wohler dalam membuat urea (senyawa aorganik) pada tahun 1828,maka keyakinan adanya pengaruh “ Vital Force”dalam pembentukan senyawa organic semakin goyah.Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa diantara senyawa organic dan senyaw anorganik tidak ada perbedaab mengenai hukum-hukum kmia yang berlaku.Meskipun diantara senyawa organic dan senyaw anorganik tidak ada perbedaan yang hakiki,namun pengkajiannya dipandang perlu dipisahkan dalam cabang kimia yamg spesifik.
Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kimia organic dan kimia anorganik adalah :
1.jumlah senyawa organic lebih banyak dari senyawa anorganik
2.semua senyawa organic mengandung ato karbon,yang mempunyai keunikan dalam hal kemampuan membentuk rantai
Perbedaan antara senyaw organic dan senyawa anorganik :
NO
SENYAWA ORGANIK
SENYAWA ANORGANIK
1
Kebanyakan berasal dari mahluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis
Bersal dari sumber daya alam mineral (bukan mahluk hidup)
2
Senyawa organic lebih mudah terbakar
Tidak mudah terbakar
3
Struktur lebih rumit
Struktur sederhana
4
Semua senyawa organic mengandung unsure karbon
Tidak semua senyawa anorganik mengandung unsure karbon
5
Hanya dapat larut dalam pelarut organik
Dapt larut dalam pelarut air atau pelarut organic
6
CH4,C2H5,C2H6,dan sebagainya
NaF,NaCl,NaBr,NaI,dan sebagainya

team teaching modul praktikum kimia organic 11 2008.jurusan pendidikan kimia UNG

pada percobaan kali ini dilakukan sederetan pengamatan terhadap uji BEILSTEIN yakni pengujian yang dilakukan terhadap kawat tembaga yang dibakar kemudian dicelupkan kedalam senyawa yang dianalisis atau larutan yang akan dianalisis seperti pada uarian berikut ini :
Tidak mengejutkan banyak metode-metode kimia tradisional yang diajarkan di dalam
kelas memerlukan pemahaman dan pandangan baru. Uji Beilstein (Gambar 1


\ref{fig:beilstein}),uji beilstein yang terkenal untuk mendeteki kandungan halogen dalam senyawa organik adalah contoh menarik. Untuk melakukan uji ini, kawat tembaga bersih dicelupkan ke dalam senyawa yang dianalisis atau
larutannya. Kawat kemudian diletakkan dalam nyala dan warna hijau atau hijau kebiruan menunjukkan adanya halogen. Belakangan produk samping prosedur ini diteliti. Analisis menunjukkan bahwa uji Beilstein menghasilkan dioxin. Dioxin merupakan senyawa yang paling toksik yang kita ketahui di bumi.


Pencegahan harus dilakukan untuk melindungi praktikan dari produk uji ini atau bahkan lebih baik mengganti uji
ini dengan teknik analisis modern

-http///chen.is.try.co.id
www.chem.is.try.org/index.php?sect=belaja.rext

D.ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKN
ALAT
Adapun peraalatan yang digunakan adalah sebagai beriukut :
1)Gelas kimia 50 ml

Beker gelas 1000 ml
Bahan: gelas borosilikat. Volume : 50 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa. Kegunaan Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis

2)Gelas ukur 10 ml


Gelas ukur 100 ml
Gelas dengan penutup. Dasar bundar, Tingkatan: untuk siswa. Kapasitas: 100 ml Kegunaan Untuk mengukur volume larutan



3)Pipet tetes


Pipet tetes
Bahan:Gelas. Panjang: 150 mm dengan karet kualitas baik. Kegunaan Untuk meneteskan larutan dengan jumlah kecil.

4)Pembakar spritus

Pembakar spirtus Kapasitas 100 ml, bertutup untuk mencegah penguapan, bahan kaca. Kegunaan Untuk membakar zat atau memanasi larutan.
5)Labu takar

Labu TakarKapasitas 25 ml,untuk pembuatan larutan sebanyak 25 m KegunaanUntuk membuat larutan.

BAHAN
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan uji beilstein adalah:
1.kawat tembaga
2.karbontetra klorida(CHCl3)
3.larutan asam klorida (HCl) 3M
4.larutan kalium bromide (KBr) 2M
5.larutan kalium iodide (KI) 2 M
Mengenai sifat dari masing-masing larutan apabila digunakan dalam percobaan dijelaskan dibawah ini :
1.Karbon tetra klorida (CHCl3), Karbon tetraklorida memiliki struktur tetrahedral
Karbon tetraklorida, tetraklorometana atau dikenal dengan banyak nama lain (lihat dibawah), adalah senyawa kimia dengan rumus CCl4. Senyawa ini banyak digunakan dalam sintesis kimia organik. Dulunya karbon tetraklorida juga digunakan dalam pemadam api dan refrigerasi, namun sekarang sudah ditinggalkan. Pada keadaan standar (suhu kamar dan tekanan atmosfer), CCl4 adalah cairan tak berwarna dengan bau yang "manis".
2.Asam klorida
Asam klorida adalah larutan akuatik dari zgas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.
Asam klorida pernah menjadi zat yang sangat penting dan sering digunakan dalam awal sejarahnya, dan ditemukan oleh Alkimiawan Jabir ibn Hayyan sekitar tahun 800. Senyawa ini digunakan sepanjang abad pertengahan oleh alkimiawan dalam pencariannya mencari batu bertuah, dan kemudian digunakan juga oleh ilmuwan Eropa termasuk Glauber, Priestley, and Davy dalam rangka membangun pengetahuan kimia modern.



Asam klorida

Nama Sistematis
Asam klorida
Identifikasi
Nomor CAS
[7647-01-0]
Nomor RTECS
MW4025000
Sifat
Rumus molekul
HCl dalam air (H2O)
Massa molar
36,46 g/mol (HCl)
Penampilan
bening tak berwarna sampai
cairan kuning muda
Titik leleh
−26 °C (247 K)
38% larutan.
Titik didih
110 °C (383 K),
20,2% larutan;
48 °C (321 K),
38% larutan.
Kelarutan dalam air
tercampur penuh
Keasaman (pKa)
−8,0
Viskositas
1,9 mPa·s pada 25 °C,
31,5% larutan
Bahaya
MSDS
External MSDS
Bahaya utama
Korosif
3. kalium bromide (KBr)
No. SNI : SNI 6 -1565-1989 Abstraksi : Ciri khas kalium bromida teknis meliputi hablur, tidak berwarna atau granular putih, dapat larut dalam air, sukar larut dalam etanol, masa hablur berwarna putih, hidrokopik, rasanya asin, pahit dengan rumus kimia KBr. Syarat mutu meliputi kadar (%) KBr ; bahan tidak larut dalam air ; PH larutan 5% ; (%) air ; (%) klorida Iodida (I), (%) logam-logam berat (Pb
3.kalium iodide (KI)
kalium iodida : Ciri khas kalium bromida teknis meliputi hablur, tidak berwarna atau granular putih, dapat larut dalam air, sukar larut dalam etanol, masa hablur berwarna putih, hidrokopik, rasanya asin, pahit dengan rumus kimia KBr. Syarat mutu meliputi kadar (%) KBr ; bahan tidak larut dalam air ; PH larutan 5% ; (%) air ; (%) klorida Iodida (I), (%) logam-logam berat (Pb
4.kawat tembaga





E.PROSEDUR KEJA
prosedur kerja uji beilstein adalah sebagai berikut :
Uji beilstein :


Diambil sedikit
Dicelupkan ujung kawat tembaga kedalam larutan HCL 3M,KI 2M,KBR 2M,dan kloroforrm
Dipanaskan pada nyala api,sampai yidak timbul warna
Dimasukkan kembali kedalam nyala api
Amatilah warna yang dihasilkan.




















F.HASIL PENGAMATAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh hail sebagai berikut :
Waktu
Perlakuan
Hasil Pengamatan
11.14
Pembakaran kawat tembaga lalu dicelupkan kedalam larutan HCl 3M lalu dibakar kembali dengan pembakar spritus
Kawat tembaga yang dibakar sebelum dicelupkan kedalam HCl 3M menimbulkan warna hijau.
Pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam larutan HCl 3M menghasilkan warna hijau dan warna biru
11.24
Pembakaran kawat tembaga yang dicelupkan kedalam larutan KBr 2M lalu dibakar
Pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam larutan KBr 2M menghasilkan warna ungu,merah muda dan hijau
11.27
Pembakaran kawat tembaga yang dicelupkan kedalam lrutan kalium iodide (KI)2M
Pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam larutan KI 2M menghasilkan warna hijau pada nyala pembakaran
11.34
Pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam larutan karbon tetra klorida (CCl4)
Pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam larutan kloroform menghasilkan warna hijau pada nyala pembakaran
11.38
Pembakaran kawat tembaga yang dibasahi dengan kringat
Pembakaran menghasilkan warna hijau pada nyala pembakaran






G.PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini diawali dengan penyaipan larutan yang akan digunakan pada percobaan uji beilstein yaitu larutan asm klorida (HCl)3M,larutan kalium iodide(KI) 2M,larutan kalium bromide (KBr) 2M,larutan kloroform yang dibuat dengan perhitungan tertentu,serta kawat tenbaga yang dfiperlukan secukupnya sebanyak 5 keping/lembar yang telah digunting dengan ukuran tertentu sedemikian rupa agar ketika kawat tembaga yang telah dibakar ini dicelupkan kedalam gelas kimia ukuran 50 mililiter dapat tercelup dengan baik.
Perlu diketahui bahwa gelas kimia yang diguankan pada uji beilsten sebanyak 4 buah khusus sebagai wadah untuk menampung masing-masing larutan yang telah disiapkan untuk dicelupkan sebelum dibakar dengan pembakar spritus.
Kawat tembaga ketika dipanaskan sebelum dicelupkan kedalam masing-masing larutan menghasilkan warna hijau.hal ini menunjukkan adanya unsure halogen.
Seperti yang diketahu bahwa uji beilstein sendiri dilakukan untuk menguji kandungan unsure halogen dalam senyawa organic.adapun unsure-unsur yang termasuk dalam unsure halogen atau dengan kata lain termasuk dalam unsure golongan ke 7 adalah :

1)Flour
2)Klor
3)Brom
4)Astatin
5)Iod

Dalam pembahasan kali ini hanya dibahas terbatas pada kandungan unsure halogen yang terkandung dalam senyawa organic berdasarkan warna nyala yang ditimbulakn oleh pembakaran kawat tembaga sebelum dan sesudah dicelupkan kedalam masing-masing larutan asam klirida hcL 3M kaliun iodide, kaliun bromide,dan kloroform.
Warna nyala yang ditimbulkan oleh pembakaran kawat tembaga setelah dicelupkan menghasilkan warna yang berbeda-beda.ketika kawat tembaga dibakar setelah dicelupkan kedalam larutan-larutan yang akan diuji menghasilkan warna sebagai berikut :

1)HCl 3M menghasilkan warna hijau dan hijau kebiruan
2)KBr 2M menghasilkan warna ungu,merah muda dan hijau
3)KI 2M menghasilkan warna hijau
4)Kloroform menghasilkan warna hijau
5)Pembakaran kawat tembaga dengan keringat menghasilkan warna hijau pada nyala kawat tembaga

Berdasarkan percobaan yang dilaukukan dan berdasarkan pengertian uji beilstein itu sendiri dapat dilihat bahwa :
Uji Beilstein\ref{fig:beilstein}), yang terkenal untuk mendeteki kandungan halogen dalam senyawa organic yang dilakukan pada percobaan uji beilstein dengan menggunakan beberapa senyawa sanpel seperti yang telah disebutkan diatas menandakan bahwa senyawa-senyawa yang diuji ternyata terdeteksi mengandung unsure halogen.hal ini dapat dilihat bahwa misalnya pada senyawa HCl tersusun atas unsure hydrogen dan unsure hydrogen dan unsure klor,dimana klor sendiri adalah unsure halogen pada golongan ke 7.analisis ini dapat kita pakai untuk menganalisa senyaw-senyawa lain yang diuji pada percobaan uji beilstein ini untuk semua senyawa yang diuji berdaskan susunan unsure dalam senyawa tersebut.
Dalam percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa masing-masing senyawa menghasilkan warna yang berbeda ketika dicelupkan kawat tembaga kemudian dibakar.
Untuk lebih jelas mengenai hal ini dapat dilihat pada gambar diawah ini :


Gambar diatas menunjukkan nyala api pada pembakar spritus sebelum kawat tembaga dibakar

Gambar diatas menunjukkan warna nyala yang dihasilkan kawat tembaga setelah dicelupkan kedalam masimng-masing lautan/senyawa yang dianalisis kandungan unsure halogennya

Keterangan gambar :

a)Gambar 1 menunjukan warna lampu spritus
b)Gambar 2 menunjukkan warna lampu speitus yang telah dicelupkan pada larutan sehingga menghasilkan warna merah muda,seperti pada percobaan kali ini senyawa/larutan yang menghasilkan warna merah muda adalah KBr 2M,
c)Gambar 3 menunjukkan warna nyala pada lampu spritus setelah dicelupkan pada senyawa yang dianalisis,seperti pada percobaan ini senyawa/larutan yang menghasilkan warna ungu adalah larutan KBr 2M,
d)Gambar 4 menunjukkan warna yang dihasilkan setelah paembakaran kawat tembaga dicelupkan kedalam senyawa/larutan yang akan diuji,yakni pada percobaan kali ini hampir semua senyawa menghasilkan warna hijau dan hijau kebiruan yaitu HCl 3M,KI 2M,KBr 2M,dan larutan Kloroform.

Warna yang ditimbulkan oleh nyala kawat tembaga setelah ataupun sebelum dicelupkan kedalam larutan yang akan dianalisis kandungan unsure halogennya cenderung menghasilkan warna hijau ataupun hijau kebiruan seperti tampak pada gambar diatas.


H.KESIMPULAN
Berdasrkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkamn bahwa :
1)Uji beilstein merupakan uji yang dilakukan untuk mendetekasi kandungan unsure halogen dalam senyawa organic meulalui pembakaran kawat tembaga yang dicelupkan kedalam larutan/senyawa yang akan dianalisis
2)semua senyawa yang dianalisis dalam percobaan kali ini yakni HCl, KBr, KI,dan kloroform terdeteksi mengandung unsure halogen(klor,flour,brom,astatine,dan iod) berdasarkan warna nyala yang dihasilkan.



DAFTAR PUSTAKA

Team Teaching Modul Praktikum Kimia Organik 11 2008.jurusan pendidikan kimia Ung.

Sastro Hamidjojo. Hardjono. Kimia Organik streokimia,Karbohidrat Lemak dan protein.2005 Ung.

http///chem..-is-try.co.id

www.chem.is-try.org/index.php?sect=belajar.rext

0 komentar:

Poskan Komentar