Selasa, 29 Juni 2010

PERUBAHAN MATERI

PERUBAHAN MATERI
Materi didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dan memiliki sifat dapat dilihat, dicium, didengar, dirasa, atau diraba. Kita sering melihat dan menggunakan materi seperti kayu, besi, pensil dan sebagainya.

A.Sifat Materi
Setiap materi memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat materi menunjukkan ciri atau karakteristik dari materi itu. Mengenal sifat-sifatnya berarti mengenal materi itu, demikian juga sebaliknya. Sifat materi meliputi:
a.Sifat fisika
Sifat fisika mencakup : Wujud (fasa), bentuk, rasa, warna, bau, daya hantar panas, daya hantar listrik, kelarutan dan beberapa tetapan fisika (massa jenis, indeks bias, titik beku, titik didih, titik leleh, titik bakar , dll).
b.Sifat kimia
Sifat kimia mencakup : Kereaktifan (misalnya mudah/sukar bereaksi, dapat terbakar, melapuk, atau membusuk), rumus kimia, bentuk molekul, susunan ikatan dll.

Contoh :
Sifat
Materi

Air
Garam dapur
Bensin
Sifat fisika :
- Wujud
- Bentuk
- Rasa
- Bau
- Warna
- Titik didih
- Titik beku
- Titik bakar

Cair
-
Tidak berasa
Tidak berbau
Tidak berwarna
100oC
0 oC
-

Padat
Kristal
Asin
Tidak berbau
Putih
1413 oC
801oC
-

Cair
-
Khas
Khas
Kuning muda
-
30-50 oC
Sifat kimia
Tidak terbakar
Tidak terbakar
Mudah terbakar

A.Perubahan Materi
Tidak ada yang abadi , kecuali Tuhan Yang Maha Esa, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubah massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya, atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti :
Air mendidih manjadi uap
Besi berkarat
Susu menjadi basi
Ledakan mercon
Kapur barus menyublim
Sesungguhnya, perubahan materi melibatkan perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan perubahan sifat fisikanya saja, dan ada juga yang melibatkan perubahan sifat kimianya. Biasanya perubahan sifat kimia suatu materi selalu melibatkan juga perubahan sifat fisikanya. Para ahli kimia mengelompokkan menjadi 2 perubahan yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.
1.Perubahan Fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru, tidak berubah zat asalnya, hanya terjadi perubahan wujud, perubahan bentuk atau perubahan ukuran. Pada perubahan wujud, wujud dapat dikembalikan ke wujud dan bentuk asalnya. Contoh : jika air dipanaskan akan berubah menjadi uap air, sedangkan jika air didinginkan maka air akan membeku menjadi es. Es, air dan uap adalah zat yang sama hanya wujudnya saja yang berbeda.


a)Perubahan Fisika Karena Perubahan Wujud
Perubahan wujud dapat digambarkan sebagai berikut :


Contohnya : lilin meleleh, es krim mencair, kapur barus menyublim, yodium menyublim, air menguap, uap air mengembun dan sebagainya.
b)Perubahan Fisika karena Perubahan bentuk
Contohnya : kayu diubah menjadi kursi/lemari dan beras diubah menjadi tepung beras
c)Perubahan Fisika karena Pelarutan/Pengeringan
Contohnya : nasi diubah menjadi bubur, gula diubah menjadi sirop dan sayuran menjadi layu.
d)Contoh lain Perubahan Fisika
Contohnya : bola lampu lisrik menyala cermin memantulkan sinar dan mobil dicat.

2.Perubahan Kimia
Perubahan kimia merupakan perubahan zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru. Perubahan kimia selanjutnya disebut reaksi kimia. Contoh : Besi berkarat, proses fotosintesis, pembuatan tempe (fermentasi), indutri asam sulfat, industri alkohol dan lain-lain. Perubahan kimia dapat terjadi karena beberapa proses yaitu :

a)proses pembakaran
Pada proses pembakaran terjadi reaksi antara zat yang terbakar dengan oksigen dan adanya api. Pada proses pembakaran, zat asal akan berubah menjadi zat baru yang berbeda sifatnya dari zat asal. Contoh proses pembakaran :
Kertas dibakar akan berubah menjadi gas, asap, ataupun abu.
Bensin terbakar
Lilin menyala
Petasan meledak
Pada pembakaran sempurna bahan bakar dihasilkan karbondioksida dan uap air. Jadi pada proses pembakaran dihasilkan zat baru, yaitu karbondioksida, uap air, asap dan arang. Pada pembakaran yang tidak sempurna dihasilkan gas beracun yaitu karbon monoksida yang menyebabkan sesak napas.
b)Proses peragian
Proses peragian merupakan proses di mana zat asal yang mengandung karbohidrat/protein dengan bantuan mikroorganisme (ragi/bakteri) akan berubah menjadi zat-zat lain. Contohnya :
Singkong , beras diubah menjadi tape
Kedelai diubah menjadi kecap, tempe tauco
tepung gandum diubah menjadi roti
c)Proses perusakan atau pelapukan
Proses perusakan atau pelapukan yaitu kerusakan yang terjadi karena
aktivitas mikroba, enzim atau reaksi kimia. Contohnya :
Makanan menjadi basi
minyak menjadi tengik
pelapukan kayu
buah-buahan membusuk
d)Dari proses mahluk hidup
Proses fotositesis, terjadi dengan adanya klorofil (zat hijau daun). Dengan bantuan sinar matahari tumbuh-tumbuhan mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan gas oksigen. Reaksi :
sinar
Karbondioksida + air glukosa + oksigen
Matahari
Sinar
6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6O2
Matahari

Proses pencernaan makanan. Nasi (karbohidrat) dalam tubuh kita dengan bantuan enzim diubah menjadi glukosa
enzim
Karbohidrat glukosa

Proses pernapasan, terjadi di mana glukosa dari hasil pencernaan dalam tubuh akan dibakar dengan oksigen menghasilkan karbondioksida, air, dan energi. Reaksi :
Glukosa + Oksigen karbondioksida + air + energi
C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + energi

Bagaimana membedakan perubahan kimia dari perubahan fisika selain dengan jalan membuktikan terjadinya zat yang jenisnya baru? Reaksi kimia (perubahan kimia) sering disertai gejala atau tanda-tanda terbentuknya zat baru. Ada empat macam petunjuk yang menandai berlangsungnya suatu reaksi kimia yaitu :
1)Pembentukan gas
2)Pembentukan endapan
3)Perubahan warna
4)Perubahan suhu




Dari uraian tentang perubahan materi di atas, maka kita bisa membedakan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia sebagai berikut.
Perubahan fisika
Perubahan kimia
1.Bersifat sementara
2.Tidak menyebabkan terbentuknya materi baru
3.Hanya melibatkan perubahan pada sifat fisika materi
1.Bersifat kekal (permanen)
2.Menyebabkan terbentuknya materi baru

3.Melibatkan perubahan pada sifat fisika maupun sifat kimia

0 komentar:

Poskan Komentar