
1.Biasakan din Anda dengan kerangka kerja legal
Buatlah diri Anda tetap menerima informasi tentang aturan dan undang-undang yang -terkerangka di bawah hukum tenaga kerja dan artikel perusahaan dalam jenis dan jumlah cuti seorang karyawan dapat memanfaatkan. Ingatlah Semua pekerjaan yang tidak memiliki peran membuat jack menjadi anak yang membosankan, sehingga jangan memperlakukan semua cuti dengan tidak setuju. Dalam kenyataannya, sebuah sistem harus dipikirkan untuk mendorong karyawan untuk mengambil cuti setelah interval reguler. Telah dilihat bahwa sebagian besar kecurangan dan kesalahan ditemukan dalam ketidakhadiran karyawan. Pikirkan kebijakan/program untuk mengkontrol/ memonitor ketidakhadiran. Dekati kasus setiap karyawan yang sering sakit atau memiliki penyakit jangka panjang dengan dasar pribadi, karena setiap situasi akan berbeda. Sepenuhnya selidiki kondisi medis yang mendasari berdasarkan prosedur yang wajar, mengambil simpati di samping pengukuran disiplin. Review dan bicarakan situasi penyakit yang terus-menerus, sebentar-sebentar, dan yang tidak berhubungan dengan karyawan, sekah lagi berdasarkan prosedur yang wajar. Berikan kesempatan untuk meningkatkan dan peringatan jika situasi ketidakhadiran berlanjut
2.Tentukan dan klarifikasi tingkat keddakhadiran yang dapat diterima
Klarifikasi pada karyawan Anda batas yang diperbolehkan untuk tidak hadir dan batas di atasnya jika mereka absen, mereka akan mendapatkan denda, hukuman atau tindakan yang lain. Interview konseling, metode informal dll. adalah beberapa alat mengkornunikasikan tingkatan absensi yang ddak dapat diterima. Ciptakan satu sistem di mana penjelasan selalu harus diberikan untuk berbagai absensi yang ddak
resmi.
3.Buatlah catatan
Satu organisasi memerlukan tenaga manusia untuk beroperasi. Pastikan konsistensi dalam keberadaan mereka.
Absensi harus dimonitor, dicatat, dan diatur. hal ini akan membantu dalam penentuan pola dan penyebab yang mendasari ketidakhadiran. Hal ini menyoroti orang-orang yang Catalan kehadirannya memerlukan perhatian khusus dan bantuan. Evaluasi kecenderungan yang dapat mengindikasikan rnasalah dalam perusahaan. Feedback yang efektif akan informasi ini yang sejalan dengan manajer dapat membantu meralat permasalahan ini. Metode yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat absensi adalah
Jumlah kehilangan jam / waktu / hari giliran x 100
Jumlah total jam kerja / hari / giliran
4.Kembangkan prosedur pelaporan formal
Budaya perusahaan haruslah seperti di mana karyawan diperlukan untuk memberitahukan ketidakhadiran mereka pada manajer yang membawahi atau pegawai departemen bersama dengan durasi dan alasan/sebab tidak hadir. Ketidakhadiran karena sakit harus didukung oleh surat keterangan dokter.
5.Tentukan alasan meninggalkan tempat kerja melalui interview ketika karyawan bergabung kembali setelah pergi lama.
Hal ini akan membantu menentukan alasan pbab absen. Langkah-langkah harus diambil untuk mendorong karyawan untuk berbicara secara bebas dan terbuka sehingga sebab utama ketidakhadiran dapat ditemukan. Hal ini dapat mengungkap masalah motivasi atau kesulitan perusahaan yang mungkin tidak disadari oleh manajer dan mungkin memerlukan fokus dan perbaikan secepatnya.
Interview ketika kembali ke pekerjaan karenanya dapat membantu dalam mengembangkan strategi dan lingkungan untuk ketidakhadiran yang dapat diterima. Sebuah usaha juga harus dibuat untuk memperbaharui karyawan dalam pengembangan, jika ada, yang muncul selama ketidakhadirannya.
6.Memberikan Konseling
Kembangkan program membantu karyawan mendorong karyawan untuk berbicara tentang alasan mereka tidak hadir. Tawarkan mereka layanan tambahan seperti bimbingan pernikahan dan saran kecanduan alkohol.
Konseling dapat membantu memecahkan kernbal' situasi dan membantu karyawan mengeluarkan semua alasan sebenarnya karena keddakpuasan mereka dan absensi yang konsekuen.
7.Mengembangkan kebijakan dan sistem untuk mengendalikan ketidakhadiran
Jajaran manajer perlu diladh untuk mengembangkan kebijakan dan sistem kontrol ketidakhadiran dan menerapkan pada mereka terhadap situasi kerja.
8.Ciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat
Persyaratan resmi harus ditaati karena kesehatan dan keselamatan ketika bekerja perlu dijaga. Promosikan lingkungan anti merokok, anti alkohol dalam perusahaan melalui perbincangan informal, pertemuan, poster, konseling. Dukunglah aktivitas promosi kesehatan dan bantuan karyawan. Jam kerja yang molor harus dihindarkan dan kerja lembur harusnya tidak dianjurkan.
9.Motivasi staf melalui hadiah dan uang
Karyawan dengan absensi minimum seharusnya diberi penghargaan sehingga menjadi satu contoh di depan karyawan yang lain dan mendapatkan komitmen. Manajemen yang jelek dapat memberi kontribusi terhadap ketidakhadiran yang tinggi. Berikan sistem jam kerja yang fleksibel, pinjaman untuk transport, fasilitas pendukung untuk anak dan orang yang sudah tua untuk mengurangi ketidakhadiran.
10.Evaluasi kebijakan yang dikembangkan untuk niengendalikan ketidakhadiran dalam interval teratur
Evaluasi reguler akan mengungkapkan kelemahan, jika ada, pada kebijakan yang disusun untuk mengendalikan ketidakhadiran, bidang Perusahaan di mana aplikasinya telah berhasil dan di mana mereka telah gagal untuk memberikan hasil yang diharapkan. Buatlah perbaikan jika diperlnkan untuk menghilangkan kekurangan dan memperoleh kontrol yang lebih baik.
SUMBER :
F.Falino, David. 2007.Manajemen Karyawan.Yogyakarta: Tugu Publisher
0 komentar:
Posting Komentar