
R = k Aa + Bb
Laju reaksi kompleks ditentukan berdasarkan eksperimen de¬ngan mengikuti tiga pedoman sebagai berikut.
1.Proses elementer dengan peruraian molekul tunggal (um-molekuler) atau tumbukan dua molekul (bimolekuler) lebih mung-kin dibandingkan dengan tiga molekul bertumbukan secara serentak (tennolekulaer).
2.Semua proses elementer dipandang sebagai proses dapat balik (reversibe!) dan akan mencapai kondisi keadaan tetap (steady state) yaitu laju ke kiri dan ke kanan sama sehingga konsentrasi konstan
3.Proses elementer yang berlangsung paling lambat adalah me-rupakan laju penentu kecepatan reaksi (RDS).
Sumber :
Sitorus, Marham. 2008. Kimia Organic Fisik. Yogyakarta : Graha Ilmu
0 komentar:
Posting Komentar