1.Prasayarat (Kontrol) Thermodinamika
Prasyarat (kontrol) Thermodinamika dipandang berdasarkan sta-bilitas dari R dan P atau dengan perkataan lain dari energi bebas Gibbs (AG) reaksi. Suatu reaksi akan berlangsung spontan bila P lebih mantap dibandingkan dengan R atau (AG <0). Sedangkan bila (AG>0) maka reaksi tidak spontan. Reaksi akan makin spon¬tan bila (-AG) makin besar yang dapat dihitung dari persamaan Gibs berikut:
Δ G = Δ H – T Δ S
Dengan :
Δ H : perubahan entalpi
Δ S : perubahan entropi
T : suhu (kelvin) dimana 0K = 0C + 273, 0 (pembulatan)

2.Prasyarat (Kontrol) Kinetika
Besaran thermodinamika (AG) tidak dapat memperkirakan ke-cepatan reaksi. Besaran yang lain yang digunakan untuk mem¬perkirakan kecepatan reaksi adalah Energi aktivasi (Ea) suatu reaksi yang didefinisikan sebagai Energi minimum yang harus dicapai agar suatu reaksi dapat berlangsung. Besamya Ea suatu reaksi dapat dilihat pada gambar 1.1. Dengan demikian bila Ea makin kecil maka reaksinya makin cepat. Penggunaan katalisator pada suatu reaksi adalah bertujuan untuk menurunkan Ea reaksi yang dikatalisis tersebut. Untuk reaksi yang setimbang maka AG = 0 yang konstanta kesetimbangannya dapat dihitung dengan persamaan Gibss pada persamaan 1.13.
AG = - 2, 303 RT log K (1.13)
Sumber :
Sitorus, Marham. 2008. Kimia Organik Fisik. Yogyakarta : Graha Ilmu
0 komentar:
Posting Komentar